What I've Learned Today; That Life Must Go On.

suara televisi yang menyibak hening malam di rumahku menyadarkan lamunan panjangku. masih pukul 19.22 tapi seluruh penghuni rumah sudah bersarang di ruangannya masing-masing. merasa tidak semangat untuk terus bertahan di depan televisi, menonton tanpa memahami acaranya, tombol power off di remote kutekan mantap.

tidur adalah pilihan kedua untuk apa yang akan kulakukan setelah membuka laptop. dengan begitu satu jam, dua jam, atau lebih dapat dengan mudah terlalui. aku heran, lalu berpikir. Begitu cepatnya waktu berlalu di saat aku menikmati waktu-waktu yang kupunya. di saat aku bahagia dengan waktuku.

tapi ya. ada beberapa hal yang sungguh sangat mengganggu dan meresahkan. membuat jarum jam seakan merangkak sangat perlahan untuk sampai dari angka 12 ke angka 12 lagi. sesuatu yang sungguh membuatku kadang memilih untuk menghentikan waktu yang kupunya walau sesaat. berhenti cukup di waktu-waktu tidak menyenangkan-ku, mungkin. terkadang rasanya sungguh membuat terpuruk. rasanya begitu sedih membayangkan aku harus melalui masa itu.

biasanya rutinitas harian ini sungguh menyita space besar di kepalaku untuk seharian kurenungkan. kuratapi. rutinitas yang sungguh sangat kuharapkan bakal berlalu cepat tanpa aku perlu merasa pernah melalui. tanpa aku harus tahu bahwa aku pernah terlibat di dalamnya. memikirkan aku harus melalui serangkaian rutinitas mingguan menyebalkan tersebut membuatku mengeluh dan langsung merasa malas.

tapi aku mempelajari sesuatu bahwa.

ketika aku berusaha memanfaatkan waktu yang kupunya, ketika aku hanya harus diam dan mengikuti, ketika aku hanya cukup ikut berjalan dan melaluinya perlahan sambil mencoba menikmatinya, rasanya tidak begitu parah. dan tidak seburuk perkiraanku.

hal yang begitu membuatmu takut untuk melaluinya, kukira tidak akan semenakutkan bayanganmu. dan hei! biarkan saja berlalu, jangan menghindar. kalo kata om Deddy Corbuzier, jika masalah menghampirimu, jangan katakan 'Why me?' but 'Try me!!'.

"in three words i can sum up everything i've learned about life; it goes on"    --Robert Frost
hidup dan waktu-mu akan terus berjalan. jadi nikmati apa yang kamu punya, termasuk masalah dan semua hal-hal yang tidak kamu suka, lalu coba lalui semuanya dengan doa dan tekad yang kuat. You can if you think you can kok! :)

waktumu cuma terbuang percuma kalo terus-terusan jadi manusia yang gemar meratapi nasib.


[Lyrics] Just Give Me a Reason - Pink ft. Nate Ruess



Right from the start, you were a thief, 
You stole my heart and 
I your willing victim 
I let you see the parts of me 
That weren't all that pretty. 
And with every touch 
You fixed them. 
Now, you've been talking in your sleep 
Oh oh, things you never say to ME 
Oh oh, tell me that you've had enough 
Of out Love, our Love. 

Just give me a reason, 
Just a little bit's enough 
Just a second, we're not broken 
Just bent we can learn to LOVE again. 
Oh, it's in the stars, 
It's been written in the scars on our hearts 
We're NOT broken 
Just bent and we can learn to love again. 

I'm sorry I don't understand where 
All of these is coming from. 
I thought that we were fine, 
(Oh, we had everything) 
Your head is running wild again 
My dear, WE still have everything 
And it's all in your MIND. 
(Yeah, but this is happenin') 
You've been having real bad dreams 
Oh oh, used to lie so close to me 
Oh oh, there's nothing more than empty sheets 
Between our love, our love 
Ooooh, our love, our love. 

Just give me a reason, 
Just a little bit's enough 
Just a second, we're not broken 
Just bent we can learn to LOVE again. 
Oh, I never stopped 
It's still written in the scars on my heart 
You're NOT broken 
Just bent and we can learn to love again. 

Oh, tear ducts and rust 
I'll fix it for us 
We're collecting dust, 
But our love's enough. 
You're holding it in, 
You're pouring a drink 
No, nothing is as bad as it seems. 
We'll come clean! 

Just give me a reason, 
Just a little bit's enough 
Just a second, we're not broken 
Just bent and we can learn to LOVE again. 
Oh, it's in the stars 
It's still written in the scars on our hearts 
We're NOT broken 
Just bent and we can learn to love again. 


Just give me a reason, 
Just a little bit's enough 
Just a second, we're not broken 
Just bent and we can learn to LOVE again. 
Oh, it's in the stars 
It's still written in the scars on our hearts 
We're NOT broken 
Just bent and we can learn to love again. 

Ooh, we can learn to love again 
Ooh, we can learn to love again 
Oh, that we're not broken 
Just bent and we can learn to love again

Waktu yang Membawa Perubahan

Waktu bergulir dan berpindah dari setiap detik ke detik berikutnya, menit ke menit selanjutnya, begitu berlanjut hingga tahun ke tahun berikutnya.  Waktu adalah ketidakpastian. Bagaimana dia terus berlalu membawa semua yang terlewat mengikuti arus-nya. Dan semua yang akhirnya berubah karena waktu. Waktu yang menuntut kita untuk terus melakukan perubahan.


dan waktu juga yang merubah kita. kita yang berubah seiring bergulirnya waktu. masalah yang muncul adalah ketika waktu tak memilah dalam merubah. dahulu lebih baik dari sekarang kah? tinggal bagaimana caranya kita mempertahankan sisi positif dan berusaha merombak hal-hal negatif ke hal yang lebih positif.

Ketika waktu bahkan tidak memedulikan apa yang dia bawa dan ke mana itu akan bermuara.

Waktu membawa perubahan. Perubahan memunculkan perbedaan. dan perbedaan menguak kisah baru. tugas baru kita untuk membawa kisah baru menjadi kisah-kisah yang tidak terlupakan dan senantiasa bergulir  ke hal yang semakin positif. 

Perubahan bukan sebuah momok. Perubahan akan menjadi luar biasa ketika ia menyamankan  raga dan jiwa :)

jangan takut berubah. jangan siakan waktu. jangan kalah dengan perubahan. pertahankan dia tetap berjalan in its positive ways. Semangat!

-Perubahan-

[Lyrics] When I was Your Man - Bruno Mars

hey! I've change my playlist. and thissss-->> my newest playlist. Let's play!

-When I was Your Man - Bruno Mars
-Just Give Me a Reason - Pink ft Nate R
-Wanted - Hunter Hayes
-Mirrors - Justin Timberlake
-Your Call - Secondhand Serenade

First, I'll share 'bout Bruno Mars's Lyrics. When I was Your Man :)


Berantemnya Orang Dewasa

Jak gelut ye? (dari bahasa jawa, 'ngajak gelut piye' yang artinya adalah 'ngajak berantem apa')

Lha piye?

Biasanya, normalnya, begitulah candaan di rumah. Kami bertiga (kakak, aku, dan adikku) menjadi sok nggentho dengan mengucapkan kata-kata yang biasa diucapkan oleh gentho-gentho kampung atau Gondi -Mendi.

Tapi hari itu lain.

"Jak gelut, ye?" adikku pertama memancing.

"Heh, gelut-gelut!" Kakak menegur.

"Iyaa.. Huu, dasar. gelut-gelut," timpalku.

"gelut tuh sakit lho, Dek.." kakak berbicara lagi.

"Hah? yang bener."

"Lhaiya, to. Coba aja. Orang mukul itu, yang sakit nggak cuma yang dipukul. Yang mukul juga sakit tauk!" kakak mencibir.

 "Gelut tuh kayak anak kecil aja!" kataku, lalu melanjutkan, "Kalo udah gedhe tuh ngomong ya, Kak.. gak gelut lagi. gelut mah nggak zaman lagii.."

"Iya.. masih kecil tuh gelut. remaja ngomong misuh-misuh. Kalo udah dewasa, tukar pikiran." Kakak berbicara dan terlihat secercah humor di matanya, "Jadi kalo dah gede besok bilangnya, 'Jak tukar pikiran, ye?' gitu.."

jadi lah. mulai saat itu. nggak ada lagi

Jak gelut ye?

tapi karena merasa sudah dewasa semua, kami menggantinya menjadi

Jak tukar pikiran ye?

yang belakangan ini sedikit dimodifikasi menjadi lebih apik

Jak sharing ye?

[Pict] Photoshop

Baru belajar di Photoshop dan cukup tergila-gila setelahnya. bagaimana bisa software membuatmu jadi jauh lebih cantik? membuat pipimu yang gembung menjadi tirus? atau membuat badanmu menjadi seperti badan Angelina Jolie--secara harfiah?

Tidak ada yang tidak mungkin jika tanganmu sudah ahli di Photoshop. dan saya sama sekali belum ahli. baru belajar :)

Kemarin sore dengan bangganya kubuat wallpaper untuk PADMANABA 69 dan seluruh teman-teman seangkatanku tercinta :)




anak ipA LIMa

Mungkin kalau ada yang mau memperhatikan, postinganku kini jauh dari postingan galau-galauan. Nggak pernah berlanjut lagi tuh 'Serial' Menghindar. Menghindar bla bla. Ha ha ha cupu banget.

Hidupku memang menjadi jauh lebih indah~

eh, bukan apa-apa. Bukan karena apa-apa. Bukan karena si objek di postingan 'Menghindar' sudah menoleh ke arahku. Tidak.

yea, just feel happier than yesterday

sekarang aku semakin berat rasanya berpisah dengan ipa lima :') sumpah ya, anak alim (anak ipa lima) emang sesuatu banget. (dari tadi mau ngomongin tentang kelasku yang satu ini tp bingung mau mulainya darimana jadi langsung aja deh ya)

feel so lucky can be part of alim, luv yaa, Guys! :D  


baru sadar gapunya fotonya anak alim yang fullteam (?) pake ini aja deh ya

[Resensi] Negeri Neri

Flora Dusu adalah seorang gadis yang begitu bersedih kehilangan sosok seorang ayah. dan kini ia hanya tinggal di rumah nyaman nan damai peninggalan bapak di tepian sebuah hutan yang jarang terjamah tangan manusia bersama ibu dan adiknya, Nirmala Dusu. Mala tergolong aneh jika dibandingkan dengan kebanyakan anak-anak seusianya. dia special.

Suatu hari, Mala yang sedang tidak enak badan dibawa oleh ibu ke rumah dokter Nelwan. dokter nelwan adalah ayah dari Rio, ketua tim jurnalistik di sekolah Flora. cowok kece yang tinggal tunjuk kalo dia memutuskan untuk berpacaran. di ruang tunggu praktek dokter Nelwan, Mala melihat lukisan sebuah hutan yang begitu menarik perhatiannya. 

keesokan harinya, setelah putus asa karena gagal menghabiskan makanan yang disiapkan ibu untuknya, Mala memberikan makanannya pada anjing yang langsung berlari ke dalam hutan setelah menghabiskan makanannya. mala pun mengikuti anjing tersebut ke dalam hutan dan menemukan sebuah gubuk tua yang aneh. tanpa pintu masuk di depannya.

di gubuk itu, Mala bertemu dengan kakek bertelinga kanan setengahdan ibu bunga. ibu bunga menceritakan pada Mala tentang kisah cinta tragis 25 tahun yang lalu antara Elin dan Aria. sesampainya di rumah, Mala menceritakan dongeng ibu bunga tersebut pada Flora. Menganggap perlu, Flora menuliskan ulang cerita mala lalu mengirimkan ke redaksi Suluh, majalah sekolahnya. dan  ya. tulisannya dimuat.

Flora tidak tahu tentang cerita dibalik dongeng ibu bunga tersebut. kisah tragis Elin, Aria, dan si kakek bertelinga kanan setengah. Bagaimana Elin diburu oleh seisi kampung dan dibakar hidup-hidup. Flora tidak tahu bahwa langkahnya untuk menulis cerita tersebut di majalah Suluh akan membawanya ke dalam kisah rumit Elin dan Aria. akan menyebabkan dirinya mengalami begitu banyak rintangan dan kesusahan hingga hampir mati. 

Di tengah kesulitan yang menderanya, Rio tetap menjadi seorang ksatria yang selalu siap sedia membantu Flora di segala situasi kondisi. 

Negeri Neri, begitulah Mala memberi nama kepada dongeng tragis tentang Elin dan Aria. Novel karya sari saFitri mohan kali ini memang mencampur adukkan perasaan. waspada dan terus penasaran akan menjadi seperti apa kisah elin dan aria selanjutnya. akan menjadi seperti apa flora, rio, mala, dan yang lainnya. Jam yang sudah menunjukkan pukul 00.00 pun tetap tidak cukup untuk menghentikan aktivitas membaca novel menarik ini.

banyak sekali kejutan-kejutan yang sama sekali tidak akan bisa disangka. tokoh-tokoh kecil yang terkesan remeh, ternyata mempunyai peran besar di cerita tersebut, akan terungkap di akhir cerita. dijamin ketika beradu dengan 'The End' di akhir novel, tarik nafas panjang dua-kali tidak begitu merepresentasikan perasaan lega dan puas akan kisahnya. 

Jalan cerita yang runtut dan apik memang mudah untuk diikuti. membuat novel ini pas sekali untuk membantumu membunuh waktu. 

Berikut sinopsis cerita yang tertera di balik buku Negeri Neri:

"Kak, memang gimana rasanya laki-laki dan perempuan yang berpelukan dan hujan-hujanan?"
Flora seperti disengat listrik mendengar pertanyaan Mala, adiknya yang masih enam tahun. Namun wajah si adik tampak begitu polos dan serius ingin mengetahui jawabannya. 
Pertanyaan itu ternyata muncul dari dongeng yang diceritakan Ibu Bunga--wanita yang, menurut Mala, tinggal jauh di dalam hutan di belakang rumah Flora dan Mala. Dongeng tak lazim untuk anak-anak itu kemudian diceritakan Mala pada Flora, yang kemudian menuangkannya dalam bentuk cerita bersambung untuk dimuat di buletin sekolahnya, SMA Negeri 1 Sanggara.
kisah itu begitu menarik perhatian pembaca dan mereka selalu menantikan kelanjutannya. Namun tak ada yang menyangka kisah berjudul Negeri Neri tersebut bakal mengusik seorang tokoh penting di kota Sanggara dan menggemparkan warga kota kecil itu. 


 
 
 
 

Pembalas(dendam)an ku!

Hari ini, Sabtu, saat jarum jam menunjukkan tepat pukul 2 siang, aku sudah duduk manis menunggu roda-roda berputar mengantarkanku ke rumah. Pulang lebih cepat daripada biasanya. Suasana hatiku biasa saja. hanya sebal karena keringat tak berhentinya mengucur dari celah pori-pori kulitku.

Namun begitu mengingat ulangan matematika Pak Sus materi Limit Fungsi Aljabar tadi, suasana hatiku naik drastis. Sedih, sebal, bingung, marah, kecewa menjadi satu. Kurasakan wajahku berubah dari merah, ungu, ke biru, lalu merah lagi. Dan ingatanku terus mundur, menyadarkanku tentang sebab-sebab kesukaran dan kegelisahanku saat mengerjakan 5 soal essay Limit tadi.

Semua berawal dari 18 jam lalu. Ingatanku mundur lagi ke malam saat seharusnya aku berkutat dengan buku matematika. Belajar matematika hanya kuhabiskan dengan tidak lebih dari 20 menit. Lalu apa yang kulakukan?

Membaca.

Huaaah. Sayangnya bukan membaca materi limit dari buku paket matematika, atau membaca rumus-rumus yang harus dihafalkan dari buku kumpulan rumus fisika-matematika-kimia. Tapi bola mataku tertuju ke serentetan kata demi kata yang tercetak runtut dalam lembaran sejumlah hampir 300 halaman yang disampulnya tertulis 'Negeri Neri'. yea. Membaca novel.

Aku menyelesaikan novel yang sudah kubaca setengahnya itu tidak lebih dari tiga setengah jam. Sampai jam menunjukkan pukul 1 dini hari, aku masih mengerutkan kening memahami jalan cerita novel, di kamarku yang terang benderang.

Kurang ajar tuh novel. Baru kali ini aku menemukan novel yang bersifat adiktif. Mengalahkan rokok!

Saat satu halaman kubaca, membalik halaman selanjutnya dan membaca lanjutan cerita adalah pilihan mutlak yang harus diambil. Sebenarnya tidak ada yang mengatur begitu. Tetapi tubuhku sendiri, otakku, mataku yang menyuruhku tetap mengamati rentetan huruf di buku bersampul hijau tersebut.

Nah, inti postinganku hari ini sebenarnya adalah... tidak ada.

Ini hanya postingan pengantar ke postingan selanjutnya. Postingan yang menunjukkan bahwa aku harus balas dendam pada novel Negeri Neri karya sari saFitri mohan itu!

Ya!! Balas dendamku adalah janjiku sendiri pada diriku dan semua pembaca blog (nggak mutu) apafik, bahwa aku akan menulis resensi novel adiktif satu itu. pasti!!! tunggu saja tidak lama lagi! :D



sampai sekarang aku masih terbayang-bayang cerita novel tersebuttt. sumpah ya... bagus!!!
  *menurutku sih*  kujamin  adiktifnya novel  tersebut tidak hanya berlaku padaku. jalan cerita yang unik dan menarik. juga tidak mudah ditebaaak... jalan cerita yang membuatmu penasaran dan ingin segera menyelesaikan novel hingga akhir cerita. tapi langsung berteriak sedih saat menemukan 'the end' di bagian bawah halaman. keren bangett. nggak sabar pengen nulisin resensinya segeraa!!

bye :*


Fia Nggaya

"Weh Fia nggayaa..."

"Apa sih aku diem aja dari tadi lho! kok bisa nggaya?"

"Udah bisa berangkat pagi nggayaa..."

"Astaga! cuma tiga hari lho!!!"

°\(`´)/°

nggak tau emang kata yang satu itu lagi tenar apa bagaimana, cuma nggak dirumah nggak di sekolah, 'nggaya' selalu menghantuiku. padahal aku tidak sedang berpose atau bergaya bak model kelas dunia atau apa pun. Juga tidak sedang menyombong punya pesawat pribadi atau apa.

Aku cuma berangkat ke sekolah naik motor, Demi Tuhan!!

Mama-Papa cuma berangkat ke Lombok 4 hari buat njenguk Ninik (kakek) yang sakit, dan aku terpaksa diberi izin oleh mereka untuk naik motor ke sekolah. Itu saja dengan beberapa syarat cukup aneh yang agak sering kulanggar --berangkat ke sekolah jam 6 atau sebelumnya, dan pulang setelah jam 4 sore. Alasannya biar jalanan tidak terlalu ramai dan aku (dengan motorku) bisa pulang dengan selamat.

Kalau begini yang alay siapa, cobak? Jelas dong kelihatan yang alay yang ngatain aku nggaya karena naik motor ke sekolah? ξ\(ˇˇ)/ξ

Hahahahhahahahahha :p sori yang merasa tersinggung kubilang alay :p :p :p


image source from google. dengan pengeditan :D


eh iya, aku tau kok yang pada ngatain 'nggaya nggaya' itu makhluk alay yang mencoba bercanda :p HaHa
sori ya kalian aku jadiin bahan postingan.

Cari di sini~

 

Labels

gak jelas (34) galeri (27) ayo jadi lebih baik (16) boleh tau (16) jatuh (12) sekolah (9) korea (7) resensi (4) super junior (4) lyrics (3) indonesia (2) twilight (2) drama (1) eunhyuk (1) exo (1) jalanjalan (1)

Proud to be

Proud to be
Padmanaba

music? play~

Bittersweet Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger