[Pict] Photoshop

Baru belajar di Photoshop dan cukup tergila-gila setelahnya. bagaimana bisa software membuatmu jadi jauh lebih cantik? membuat pipimu yang gembung menjadi tirus? atau membuat badanmu menjadi seperti badan Angelina Jolie--secara harfiah?

Tidak ada yang tidak mungkin jika tanganmu sudah ahli di Photoshop. dan saya sama sekali belum ahli. baru belajar :)

Kemarin sore dengan bangganya kubuat wallpaper untuk PADMANABA 69 dan seluruh teman-teman seangkatanku tercinta :)




anak ipA LIMa

Mungkin kalau ada yang mau memperhatikan, postinganku kini jauh dari postingan galau-galauan. Nggak pernah berlanjut lagi tuh 'Serial' Menghindar. Menghindar bla bla. Ha ha ha cupu banget.

Hidupku memang menjadi jauh lebih indah~

eh, bukan apa-apa. Bukan karena apa-apa. Bukan karena si objek di postingan 'Menghindar' sudah menoleh ke arahku. Tidak.

yea, just feel happier than yesterday

sekarang aku semakin berat rasanya berpisah dengan ipa lima :') sumpah ya, anak alim (anak ipa lima) emang sesuatu banget. (dari tadi mau ngomongin tentang kelasku yang satu ini tp bingung mau mulainya darimana jadi langsung aja deh ya)

feel so lucky can be part of alim, luv yaa, Guys! :D  


baru sadar gapunya fotonya anak alim yang fullteam (?) pake ini aja deh ya

[Resensi] Negeri Neri

Flora Dusu adalah seorang gadis yang begitu bersedih kehilangan sosok seorang ayah. dan kini ia hanya tinggal di rumah nyaman nan damai peninggalan bapak di tepian sebuah hutan yang jarang terjamah tangan manusia bersama ibu dan adiknya, Nirmala Dusu. Mala tergolong aneh jika dibandingkan dengan kebanyakan anak-anak seusianya. dia special.

Suatu hari, Mala yang sedang tidak enak badan dibawa oleh ibu ke rumah dokter Nelwan. dokter nelwan adalah ayah dari Rio, ketua tim jurnalistik di sekolah Flora. cowok kece yang tinggal tunjuk kalo dia memutuskan untuk berpacaran. di ruang tunggu praktek dokter Nelwan, Mala melihat lukisan sebuah hutan yang begitu menarik perhatiannya. 

keesokan harinya, setelah putus asa karena gagal menghabiskan makanan yang disiapkan ibu untuknya, Mala memberikan makanannya pada anjing yang langsung berlari ke dalam hutan setelah menghabiskan makanannya. mala pun mengikuti anjing tersebut ke dalam hutan dan menemukan sebuah gubuk tua yang aneh. tanpa pintu masuk di depannya.

di gubuk itu, Mala bertemu dengan kakek bertelinga kanan setengahdan ibu bunga. ibu bunga menceritakan pada Mala tentang kisah cinta tragis 25 tahun yang lalu antara Elin dan Aria. sesampainya di rumah, Mala menceritakan dongeng ibu bunga tersebut pada Flora. Menganggap perlu, Flora menuliskan ulang cerita mala lalu mengirimkan ke redaksi Suluh, majalah sekolahnya. dan  ya. tulisannya dimuat.

Flora tidak tahu tentang cerita dibalik dongeng ibu bunga tersebut. kisah tragis Elin, Aria, dan si kakek bertelinga kanan setengah. Bagaimana Elin diburu oleh seisi kampung dan dibakar hidup-hidup. Flora tidak tahu bahwa langkahnya untuk menulis cerita tersebut di majalah Suluh akan membawanya ke dalam kisah rumit Elin dan Aria. akan menyebabkan dirinya mengalami begitu banyak rintangan dan kesusahan hingga hampir mati. 

Di tengah kesulitan yang menderanya, Rio tetap menjadi seorang ksatria yang selalu siap sedia membantu Flora di segala situasi kondisi. 

Negeri Neri, begitulah Mala memberi nama kepada dongeng tragis tentang Elin dan Aria. Novel karya sari saFitri mohan kali ini memang mencampur adukkan perasaan. waspada dan terus penasaran akan menjadi seperti apa kisah elin dan aria selanjutnya. akan menjadi seperti apa flora, rio, mala, dan yang lainnya. Jam yang sudah menunjukkan pukul 00.00 pun tetap tidak cukup untuk menghentikan aktivitas membaca novel menarik ini.

banyak sekali kejutan-kejutan yang sama sekali tidak akan bisa disangka. tokoh-tokoh kecil yang terkesan remeh, ternyata mempunyai peran besar di cerita tersebut, akan terungkap di akhir cerita. dijamin ketika beradu dengan 'The End' di akhir novel, tarik nafas panjang dua-kali tidak begitu merepresentasikan perasaan lega dan puas akan kisahnya. 

Jalan cerita yang runtut dan apik memang mudah untuk diikuti. membuat novel ini pas sekali untuk membantumu membunuh waktu. 

Berikut sinopsis cerita yang tertera di balik buku Negeri Neri:

"Kak, memang gimana rasanya laki-laki dan perempuan yang berpelukan dan hujan-hujanan?"
Flora seperti disengat listrik mendengar pertanyaan Mala, adiknya yang masih enam tahun. Namun wajah si adik tampak begitu polos dan serius ingin mengetahui jawabannya. 
Pertanyaan itu ternyata muncul dari dongeng yang diceritakan Ibu Bunga--wanita yang, menurut Mala, tinggal jauh di dalam hutan di belakang rumah Flora dan Mala. Dongeng tak lazim untuk anak-anak itu kemudian diceritakan Mala pada Flora, yang kemudian menuangkannya dalam bentuk cerita bersambung untuk dimuat di buletin sekolahnya, SMA Negeri 1 Sanggara.
kisah itu begitu menarik perhatian pembaca dan mereka selalu menantikan kelanjutannya. Namun tak ada yang menyangka kisah berjudul Negeri Neri tersebut bakal mengusik seorang tokoh penting di kota Sanggara dan menggemparkan warga kota kecil itu. 


 
 
 
 

Pembalas(dendam)an ku!

Hari ini, Sabtu, saat jarum jam menunjukkan tepat pukul 2 siang, aku sudah duduk manis menunggu roda-roda berputar mengantarkanku ke rumah. Pulang lebih cepat daripada biasanya. Suasana hatiku biasa saja. hanya sebal karena keringat tak berhentinya mengucur dari celah pori-pori kulitku.

Namun begitu mengingat ulangan matematika Pak Sus materi Limit Fungsi Aljabar tadi, suasana hatiku naik drastis. Sedih, sebal, bingung, marah, kecewa menjadi satu. Kurasakan wajahku berubah dari merah, ungu, ke biru, lalu merah lagi. Dan ingatanku terus mundur, menyadarkanku tentang sebab-sebab kesukaran dan kegelisahanku saat mengerjakan 5 soal essay Limit tadi.

Semua berawal dari 18 jam lalu. Ingatanku mundur lagi ke malam saat seharusnya aku berkutat dengan buku matematika. Belajar matematika hanya kuhabiskan dengan tidak lebih dari 20 menit. Lalu apa yang kulakukan?

Membaca.

Huaaah. Sayangnya bukan membaca materi limit dari buku paket matematika, atau membaca rumus-rumus yang harus dihafalkan dari buku kumpulan rumus fisika-matematika-kimia. Tapi bola mataku tertuju ke serentetan kata demi kata yang tercetak runtut dalam lembaran sejumlah hampir 300 halaman yang disampulnya tertulis 'Negeri Neri'. yea. Membaca novel.

Aku menyelesaikan novel yang sudah kubaca setengahnya itu tidak lebih dari tiga setengah jam. Sampai jam menunjukkan pukul 1 dini hari, aku masih mengerutkan kening memahami jalan cerita novel, di kamarku yang terang benderang.

Kurang ajar tuh novel. Baru kali ini aku menemukan novel yang bersifat adiktif. Mengalahkan rokok!

Saat satu halaman kubaca, membalik halaman selanjutnya dan membaca lanjutan cerita adalah pilihan mutlak yang harus diambil. Sebenarnya tidak ada yang mengatur begitu. Tetapi tubuhku sendiri, otakku, mataku yang menyuruhku tetap mengamati rentetan huruf di buku bersampul hijau tersebut.

Nah, inti postinganku hari ini sebenarnya adalah... tidak ada.

Ini hanya postingan pengantar ke postingan selanjutnya. Postingan yang menunjukkan bahwa aku harus balas dendam pada novel Negeri Neri karya sari saFitri mohan itu!

Ya!! Balas dendamku adalah janjiku sendiri pada diriku dan semua pembaca blog (nggak mutu) apafik, bahwa aku akan menulis resensi novel adiktif satu itu. pasti!!! tunggu saja tidak lama lagi! :D



sampai sekarang aku masih terbayang-bayang cerita novel tersebuttt. sumpah ya... bagus!!!
  *menurutku sih*  kujamin  adiktifnya novel  tersebut tidak hanya berlaku padaku. jalan cerita yang unik dan menarik. juga tidak mudah ditebaaak... jalan cerita yang membuatmu penasaran dan ingin segera menyelesaikan novel hingga akhir cerita. tapi langsung berteriak sedih saat menemukan 'the end' di bagian bawah halaman. keren bangett. nggak sabar pengen nulisin resensinya segeraa!!

bye :*


Fia Nggaya

"Weh Fia nggayaa..."

"Apa sih aku diem aja dari tadi lho! kok bisa nggaya?"

"Udah bisa berangkat pagi nggayaa..."

"Astaga! cuma tiga hari lho!!!"

°\(`´)/°

nggak tau emang kata yang satu itu lagi tenar apa bagaimana, cuma nggak dirumah nggak di sekolah, 'nggaya' selalu menghantuiku. padahal aku tidak sedang berpose atau bergaya bak model kelas dunia atau apa pun. Juga tidak sedang menyombong punya pesawat pribadi atau apa.

Aku cuma berangkat ke sekolah naik motor, Demi Tuhan!!

Mama-Papa cuma berangkat ke Lombok 4 hari buat njenguk Ninik (kakek) yang sakit, dan aku terpaksa diberi izin oleh mereka untuk naik motor ke sekolah. Itu saja dengan beberapa syarat cukup aneh yang agak sering kulanggar --berangkat ke sekolah jam 6 atau sebelumnya, dan pulang setelah jam 4 sore. Alasannya biar jalanan tidak terlalu ramai dan aku (dengan motorku) bisa pulang dengan selamat.

Kalau begini yang alay siapa, cobak? Jelas dong kelihatan yang alay yang ngatain aku nggaya karena naik motor ke sekolah? ξ\(ˇˇ)/ξ

Hahahahhahahahahha :p sori yang merasa tersinggung kubilang alay :p :p :p


image source from google. dengan pengeditan :D


eh iya, aku tau kok yang pada ngatain 'nggaya nggaya' itu makhluk alay yang mencoba bercanda :p HaHa
sori ya kalian aku jadiin bahan postingan.

woohoo..

and TADAAAAA... 

Welcome! hows my new template? a little bit disgusting, huh? ahaha :D

setelah menerima saran dari seorang teman (baca: vidya) untuk mengganti template agar lebih memudahkan seseorang yang mungkin sedang khilaf dan memilih untuk memfollow blog saya, akhirnya template blog yang agak terlalu girly ini menjadi pilihan saya. semoga tidak terlalu menyakiti mata.

terima kasih. 

Some Quotes


This photo was taken this afternoon, in bahasa class, by Shafira Nurannisa. I try to edit and insert some quotes, just now, and this is my masterpiece. Ha Ha.


yeah.. sometimes, we have to look, feel, and see with our heart, not the eyes..

[pict] Super Junior

entah bagaimana pendapatmu tentang super junior. bagus enggak emang relatif. ada yang beranggapan suju keren, dari dulu hingga sekarang, ada yang bilang kerennya cuma dulu aja. sekarang udah pada tua. itu sih terserah yaa.. pendapat orang-orang bisa berbeda2. kalau buat aku sih suju nggak berubah dari dulu sampe sekarang, besok, lusa, dan kapan pun <3


ngomong-ngomong, udah sering kan ya kita melihat atau menonton boyband korea beranggotakan (seharusnya) 13 orang ini manggung. kali ini, kita lihat yuk bagaimana mereka di luar panggung. tetep ganteng2 kah? kalo ganteng sih jelas tetep ganteng. hehe

okay. simak aja gambar2nya. 

kyuhyun bergaya. di Milan kalo ga salah ^^

unyunyaaaaaa kyuhyun ^3^ di bandara.

donghae sama eunhyuk XD

eh, ini di panggung. donghae ngambil hapenya fans, terus nelpon ibunya fans. hahah wagu bgt si donghae XD

kyuhyun heechul :D


kyuhyun siwon sama yesung menyambut datangnya saljuuu~

kyuhyun galauuu u,u

kyuhyun ryeowook :)

kyuhyun ryeowook narsis di pesawat

ini pas ryeowook sama siwon diwisudaa. luluuuusss yay \m/

ohmaigot. unyu banget gak sih yesung sama donghae XDD

sealay apa pun kyuhyun kangin sama donghae tetep unyu aja -3-

donghae siwon yesung shirtless. topless, uwaa uwaa

yang di bawah berikut ini, sesi fotonya super junior kalo ga salah di london. eh, apa salah? gak tau deh.
kyuhyun donghae :3


sungmin :D


EUNHYUK :D


kereen yaa leeteuk kyuhyun sungmin yesung :D jadi kangen leeteuk yang lagi wamil :(


KYUHYUN DI LONDON GANTENG UNYU LUCU *gila

donghae baca buku(?) hehe


gak banyak yang bisa kubagi. segini dulu aja yaaaa.... kapan-kapan kalo dapet foto2 bagus, pasti aku share lagi di apafik :D

yay. sampai jumpa ^^














Tahun Baru-ku



Suara kembang api meletup-letup di luar sana. Suaranya yang besar dan berisik tetap terasa sangat jauh bagiku. Faktanya, di tahun baru 2013 ini, lagi, aku hanya menghabiskan waktuku di depan laptop. Setelah enam jam lalu untuk kesekian kalinya menginjak bumi yogyakarta, sekembalinya dari rumah sakit tempat eyang kakung dirawat. Fakta kedua, diluar hujan. Dan itu cukup untuk menghentikan seluruh rencana-kegiatan-tahun-baru-an kami.

Bahkan di rumah tak ada makanan dan kami terpaksa hanya merebus telur dan memakannya dengan saus tomat. Cukup mengganjal perut yang sebenarnya tidak begitu terasa lapar.

Lagi, kembang api berbunyi tanpa sekali pun menarik minatku untuk menengoknya lewat jendela. Hujan masih turun. Dan aku tetap bingung bagaimana bisa kembang api bisa menyala di tengah guyuran air hujan yang merintik sejak maghrib tadi?

Lagipula, sesungguhnya aku tidak mengerti esensi dari perayaan tahun baru ini. Waktu terus berjalan. Pergantian tahun tak ayal hanya sebuah perhitungan mundur dari sepuluh detik menuju pergantian hari. Dan itu bisa kautemui setiap hari. Okelah ini memang berbeda. Satu januari kembali hadir setelah sebelas bulan tiga puluh hari terakhir bertmu dengannya.

Tetapi tahun baru tidak lantas membuatmu menjadi baru. Tahun baru tidak membuatku menjadi tidak cupu lagi kalau memang bukan aku sendiri yang merubah diriku menjadi tidak cupu.

Tetap saja –tahun baru bukan berarti model rambut baru mode riasan wajah baru—yang akan membuatmu menjadi berubah kalau bukan dirimu sendiri yang merubahnya. Untuk apa merayakannya kalau tetap tidak bisa membuat dirimu lebih maju?

Seperti mengejekku, kembang api kembali bersuara semakin riuh. Seperti menantang argumenku tadi tentang ‘tahun baru yang akan menjadi biasa-biasa saja tanpa perubahan diri’.

Menurutku tahun baru ialah berpikir maju dan melihat peluang. Lalu bergerak. Bukan hanya sekadar bermain dan kongkow bareng kerabat. Menyalakan kembang api sambil berlonjak mendengan lagu Firework.
Tahun baru tidak lantas membuatku bahagia, karena sama seperti ulang tahun, tahun baru hanya mengingatkanku akan waktu yang kian sempit menuju akhir. Dan juga mengingatkanku betapa tuanya jagad raya. Dan betapa lelahnya ia.

Dua puluh tiga lewat lima puluh menit. See? Sepuluh menit bukanlah waktu yang lama. Sepuluh menit menuju tahun 2013 dan aku semakin takut menyambut datangnya satu januari. Namun takut bukan solusi, hanya membebani. Kalau aku bisa merasa takut. Seharusnya aku bisa membuat diriku menghindari rasa takut itu, seperti penderita dendrophobia yang selalu menghindari objek ketakutannya.

Hebat, sekarang hujan berhenti menari. Menghilangkan salah satu instrumen alami yang kuamati dengan telinga telanjang sejak tadi. Menghilangkan satu unsur yang berusaha kupilah. Kembang apinya semakin mengamuk. Gelombang suaranya menggema di langit dan mampir ke gendang telingaku. Menghadirkan bunyi ccyyyuuu dhueer pretek pretek yang tak asing.

Satu lagi kesempatan yang Tuhan berikan untuk kunikmati. Suara ciu pretek-pretek khas tahun baru dan tahun baru 2013 yang meskipun kutakuti, akan menjadi luar biasa nanti. Aku yakin.
Dan kini satu januari 2013 datang. Waktunya membawa diri ke perubahan. Waktunya bagi diriku sendiri untuk menengok ke diriku sendiri dan bertanya siap kan, Fik? Bismillah.

Awkay, that’s all. Happy new year.. J 2013 coming.   



Jika ada yang bertanya apa aku menulis seperti ini hanya karena aku tidak bisa mendapatkan pesta tahun baruku seperti orang lain? Apa efek nganggur di rumah dan perasaan nggerus membuatku menulis seperti ini? dont know lah. Yang jelas hal ini yang terlintas di pikiranku.

fia jalan jalan~

pergantian semester di tahun keduaku belajar di SMA Negeri 3 Yogyakarta, aku bersama teman-teman seangkatan -Padmanaba 69- mengadakan karya wisata asyik menarik ke Bromo-Malang, Jawa Timur. Gimana tidak asyik menarik? Dari yang menakjubkan --ditimang-timang di jeep jam 3 pagi-- sampai yang bikin kenyang --petik apel lalu makan sepuasnya di selecta-- ada semua.

Perjalanan kami selama empat hari tiga malam, sama sekali tidak terasa. Tiba-tiba aja udah harus pulang. Pengalaman yang nggak tau gimana(?) Nggak tau gimana saking campur aduknya.

Kami memang tidak mendapatkan sunrise indah dari puncak penanjakan karena tebalnya kabut dan suhu udara yang mencapai 4 derajat celcius (kata bapak supir jeep, itu udah termasuk hangat karena musim hujan). Kami hanya melihat matahari mengintip dari sesela awan di langit timur yang kadang hilang tertelan sekumpulan awan tebal lainnya. Namun itu sudah cukup indah untuk menunjukkan kepada kami kuasa-Nya yang begitu agung.

di puncak penanjakan, sambil melihat sunrise yang perlahan mengintip lalu merekah menyebarkan sebercak merah-oranye di langit jawa timur, kami memeluk diri masing-masing dingin buanget gilaaaaak. yang membuat ku tersinggung lalu menggigit jari, banyak bule-bule yang mengalungkan kamera di lehernya, merasa cukup dengan memakai t-shirt tipis dan celana pendek selutut. itu sungguh membuatku merasa alay dan lebay karena memakai sarung tangan, syal, topi, kaos kaki, sepatu, dan jaket super tebal milik mama.

aku dan segala kealayanku -padang pasir menuju kawah batok-

Perlahan, aku menoel lengan temanku dan mengatakan ketersinggunganku pada si bule. Temanku hanya tertawa.

Setelah menyaksikan sunrise dari Puncak Penanjakan, jeep kami turun ke padang pasir mesir, kali yang menyajikan keindahan alam tak kalah indahnya. Sejauh mata memandang yang terlihat hanya pasir, Gunung Batok, dan bangunan Pure di kejauhan. masyarakat beragama Hindu memang terbilang banyak di kawasan ini. Oh ya, dan kuda-kuda gagah yang siap mengantar ke atas untuk melihat ke dalam kawah Gunung Batok.

temanku yang tangguh dan pemberani *colek lia* mengajak untuk berjalan menaiki badan gunung yang berpasir (sejauh 3 km ke atas) untuk menyaksikan keagungan Tuhan yang lain --kawah gunung yang mengepul2 asapnya. cukup lama kegalauanku untuk memutuskan apakah aku mau naik ke kawah gunung.

sayang kali, udah sampe sini gak liat kawahnya... dan perkataan temanku itu seratus persen benar. setelah numpang foto-foto di jeep yang membawa kami ke padang pasir dari tempat pemberhentian bus, dengan semangat dan doa aku dan dua orang temanku memulai perjalanan panjang kami yang berat dan menghabiskan energi lewat makanan yang telah kusimpan 5 hari terakhir *alay buanget gelak*

aku  dan jeep yang mengaduk2 perut sekaligus menimang-nimang dan mengantarkan ketiduran kami di perjalanan(?)

Kami memutuskan untuk menjadi manusia tangguh dengan tidak menghiraukan kuda-kuda yang lalu lalang. Memutuskan untuk menjadi manusia kuat dengan berjalan melewati rintangan dan kemiringan tanah yang mencapai 90 derajat *mustahil* ke kawah gunung.

Belum sepertiga jalan, kami --maaf, aku-- sudah menuntut istirahat dan berhenti sejenak untuk sekadar menarik nafas. Udara yang dingin setengah mati membuat hidungku bolong dan udara langsung masuk ke paru-paru tanpa dapat tersaring sempurna. Aku menalikan syal di depan hidungku sebagai masker untuk menghindari hidungku yang semakin bolong(?).  

tinggal sedikiiit lagi untuk sampai di kawah gunung -menaiki tangga dan aku akan sampai di kawah gunung- tapi dengan bodohnya aku dan salah seorang temanku memutuskan untuk menyerah. kami duduk dan memandangi sekian kilo yang sudah kami tempuh untuk mencapai tempat ini. memandangi luasnya padang pasir dari ketinggian. tak lama, kami memutuskan kembali ke jeep. karena lelah yang teramat sangat dan tenggorokan yang mulai kering sedangkan air minum terpisah berkilo-kilo dari kami, kami memutuskan untuk naik kuda :D

Yang kumaksud kami adalah aku dan Mega, si tangguh Lia tetap melanjutkan perjalanan ke kawah.

Jadilah Fia naik kuda, meskipun merasa kasian dengan si kuda, aku lebih lagi merasa kasihan dengan si bapak yang menawarkan jasa kuda. Badannya renta, tua, dan wajahnya letih, seletih kudanya. Dan ketika di perjalanan kami mengobrol sedikit, aku mendapatkan informasi bahwa kuda-kuda yang semua jantan itu bukan miliknya, ia cuma menyewa dan harus menyerahkan setoran ke sang juragan. Olala, semangat ya, bapak!

beberapa meter dari jeep kami, tiba-tiba si bapak menghentikan laju kudanya, lalu menawarkan, "mau foto sama kuda, Mbak?"

"Oh, boleh, Pak. tapi mungkin di sana saja, minta tolong teman saya buat motoin.." kataku sambil menunjuk ke arah jeep dan tak banyak temanku yang berkumpul di sana.

"Saya fotokan aja ndak papa kok"

alhasil, si bapak mengambilkan tiga buah foto aku bersama kuda dengan latar belakang keindahan gunung~
terima kasih bapak ^.^

aku bersama kuda :D


Setelah membayar ongkos perjalanan sebesar Rp50.000,00 si bapak bersama kudanya pergi meninggalkan jeep kami. Mega turun tak jauh dari tempatku dan mengeluh tentang betapa takutnya ia mengendarai kudanya tadi.



Cari di sini~

 

Labels

gak jelas (34) galeri (27) ayo jadi lebih baik (16) boleh tau (16) jatuh (12) sekolah (9) korea (7) resensi (4) super junior (4) lyrics (3) indonesia (2) twilight (2) drama (1) eunhyuk (1) exo (1) jalanjalan (1)

Proud to be

Proud to be
Padmanaba

music? play~

Bittersweet Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger